Gak ada kamu, gak asyik
Hari ini, mendung bak kelabu Suara yang khas, langkah kaki familiar Pun senandung-senandung pagi yang begitu melekat di benakku Jam demi jam kutiti dalam sepi, bisu di sanubari Sejenak aku terhenyak, kurasa matahari tengah hilang selasa ini Setelahnya aku tersentak, bukankah aku begini karna tak menjumpaimu empat hari ini? Mendengar suaramu semalam yang bak petik gitar menentramkan itu, seolah rancu, aku ingin mendengarnya lagi darimu Lagi dan lagi, seolah aku tak mau berhenti Kau membuatku tersenyum di pagi hambar ini, setidaknya apakah kau tau, perhatianmu itu, telah menumbuhkan satu bunga lagi di hatiku? Sadarkah kau akan semua itu? Dan ya, setidaknya, gak ada kamu itu, gak asyik, Mas. Setelahnya aku tersentak, bukankah aku begini karna tak menjumpaimu empat hari ini?