Sesakku, Laraku. Sekedar untuk menjaga hatiku.
Ah sudahlah, tak ada habisnya jika aku masih tetap bertanya-tanya. Karna diam mu takkan ada ujungnya. Aku paham pengecutmu. Sesak yang menghimpit, tubuh yang tiba-tiba layu, inginmu untuk luruh, bergerakpun kau tak mampu, sesuatu yang sangat mencengkram, menunggu untuk dilepaskan. Jantung yang berpacu kencang, seolah terhenti. Benar-benar berhenti, sampai kau merasa waktu tak lagi berputar. Pernahkah kau seperti itu? Ya, aku pernah. Hari ini, aku merasakannya, saat melihatmu, saat merasakan dirimu mendekat, melewatiku dan membisu tanpa ragu. Ya, aku merasakannya. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Aku tak pernah seperti ini sebelumnya, sungguhpun aku merasa sesak, kehancuranku tak pernah separah ini. Bagaimana tidak, jika aku terus dipaksa melupakanmu, berhenti mencintai dirimu, s...