Posts

Showing posts from November, 2016

Dua Belas

Mencari dua belas yang hilang ternyata tidak semudah itu. Butuh effort yang sangat besar untuk menyelesaikan semuanya. Memberesi yang telah usai dan bersiap bangkit kembali, menelusuri tiap hati yang kiranya dapat disinggahi. Semuanya serba kebetulan, atau mungkin aku saja yang terlalu membesar-besarkan? Tiba-tiba 12 itu berputar-putar di antara bara api. Yakinku membunuhku, kebetulan yang diselami ketidakpastian agaknya menenggelamkanku begitu dalam, pada sesi 'gagal melupakan'. Cerita ini bukan lagi tentang fajar pagi yang pernah singgah lalu pergi, namun tentang rembulan yang pernah mencoba tinggal, mempermainkan hatiku yang tunggal, hingga menjadikannya tanggal. Setahun lamanya aku mencoba memendam rasa, bertemu dengan calon pematah-pematah baru. Hanya mencoba menghilangkan duka, seperti malam yang menangis kepada bintang saat rembulan tak lagi datang. Hingga aku berhasil menutup sayatan itu, mengkamuflasekan lubang dalam senyuman, mencoba tidak membubuhi garam, meski...

Love left

Kupikir, senja hari ini terlalu cerah. Kontras sekali dengan warna hatiku yang mungkin kelabu, atau ungu, atau biru, atau senada dengan deretan warna kelam lainnya. Aku tak tahu. Ya, aku tak tahu kondisi hatiku saat ini. Singkat saja, aku tak sedang mengharapkan siapa-siapa. Bagiku lebih baik begini daripada disakiti oleh hujan dan api. Panas dingin dalam derita yang tak nampak. Meski saat ini, rasanya aku hidup, tapi mati. Tak apa, mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu di senjakala, entah dengan siapa, kuberanikan saja berkata 'kita'. Aku yakin, suatu saat, kau yang diciptakan untuk menemaniku menikmati hujan, tak akan membiarkanku dimakan kesendirian. Kau akan datang, saat tubuhku sudah separuh jalan dalam gigitan rayap-rayap pemangsa kebahagiaan. Kala itu, aku akan hidup kembali. Kala itu, aku akan tertawa lagi. When my heart start to freeze , I don't have any love left , any .