Dan di ujung jalan itu, kutemui jalan buntu.
Tak mungkin bagiku untuk kembali, jalan-jalan di belakangku nampak asing, aku tak ingin tersesat lagi. Sedangkan menembus pagar berbatu di depanku adalah sesuatu yang tak mungkin, aku tidak diciptakan untuk melawan, aku ada untuk menerima.
Saat sekelilingku mulai asing, aku hanya berpikir, akan kemanakah aku?
Ketika opsi kembali sudah tercoret dari daftar pilihan, aku hanya harus menentukan, akankah aku pergi ke sebuah hutan, berjalan hingga kegelapan paling dalam, lalu menemukan sebuah desa kecil di ujungnya dan menetap bersama kebahagiaan disana?
Ataukah aku harus memilih untuk menyusuri jalan besar yang begitu lenggang dengan kesepian namun aman untukku lalui? Sedangkan ujungnya aku tak pernah tau, akankah indah ataukah sama saja.
Saat sekelilingku mulai asing, aku hanya berpikir, akan kemanakah aku?
Ketika opsi kembali sudah tercoret dari daftar pilihan, aku hanya harus menentukan, akankah aku pergi ke sebuah hutan, berjalan hingga kegelapan paling dalam, lalu menemukan sebuah desa kecil di ujungnya dan menetap bersama kebahagiaan disana?
Ataukah aku harus memilih untuk menyusuri jalan besar yang begitu lenggang dengan kesepian namun aman untukku lalui? Sedangkan ujungnya aku tak pernah tau, akankah indah ataukah sama saja.
Dan di ujung jalan itu, tak lagi kutemui kamu, aku hanya bertamu pada pagar bisu, yang dingin membeku membelakangi aku.
Comments
Post a Comment